Iring-iringan Kirab Budaya "Gelar Budaya Saparan Samirono 2008" Kluwung Budaya Kampung II

Kirab Budaya ‘Klwung Budaya Kampung II’ dalam rangka Gelar Budaya Saparan 2008 Pedukuhan Samirono, Caturtunggal, Depok, Minggu (10/2) menjadi sarana bersatunya warga setempat. Acara yang diawali dari Balai Budaya Samirono tersebut sekaligus wujud dari semangat masyarakat Samirono untuk melestarikan budaya bangsa. “Lewat gelar budaya ini semua lapisan masyarakat Samirono, tanpa memandang status, golongan atau kelompok bisa bersatu, guyub rukun,” kata Ketua Panitia Kirwanto Bagong. Hal itu setidaknya ditunjukkan dengan semangat warga mengikuti kirab. Selain itu beberapa asrama mahasiswa di kawasan Samirono ikut menjadi peserta kirab. Acara kirab diakhiri dengan dhahar kembul atau makan bersama peserta kirab yang kurang lebih mencapai dua ratusan orang. Camat Depok, Drs Supardal dalam sambutannya mengatakan, Saparan merupakan tradisi budaya yang perlu dilestarikan. Saparan, yang merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan yang diwujudkan dalam bentuk bersih desa jangan dibenturkan dengan agama. Saparan atau bersih desa tidak lebih merupakan kegiatan budaya untuk mensyukuri nikmat tuhan. Dua buah gunungan yang dirangkai dari hasil bumi dan 2 patung ogoh-ogoh ikut meramaikan acar tersebut. Selain kirab budaya pada saat yang sama juga digelar lomba tumpeng antar RT se-pedukuhan Samirono.

Menurut Kirwanto Bagong, rangkaian ‘Kluwung Budaya Kampung II’ berlangsung mulai 27 Januari hingga 1 Maret. Setelah kirab budaya, dilanjutkan sarasehan budaya, Minggu (17/2). Sedangkan Kamis (21/2) akan digelar Singiran Padang Bulan yang merupakan bentuk seni tradisi religi, acara ini akan dimulai pukul 20.00 WIB. Pada Sabtu (23/1) mulai pukul 20.00 WIB akan digelar Sendratari Ramayana Bayu Badra Yogyakarta, dan dipuncaki dengan pergelaran wayang kulit dengna lakon ‘Wisanggeni Lahir’ dengan dalang Ki Rusmadi dari Temon.

Sumber:www.kr.co.id