Salah satu peserta Kirab Budaya "Kluwung Budaya Kampung" 2009

Salah satu peserta Kirab Budaya "Kluwung Budaya Kampung" 2009

Masyarakat Dusun Samirono, Desa Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, siap menggelar kegiatan budaya bersih desa ‘Kluwung Budaya Kampung’ pada 15 Sapar (kalender Jawa) atau 1 Februari 2009.

Ketua Panitia Budi Santoso, Kamis mengatakan kegiatan yang mengambil tema “Hamemayu Hayuning Bawono” (memelihara kelestarian alam) ini dimaksudkan sebagai wujud syukur atas berkah dan rejeki yang diterima warga padukuhan Samirono sekaligus permohonan keselamatan dan perlindungan kepada Tuhan.

“Kegiatan ini merupakan realisasi ide dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya Jawa di Kampung Samirono serta merupakan momen untuk mengapresiasikan seni budaya Jawa dan merefleksikan kemajuan seni budaya saat ini sebagai referensi di masa mendatang,” katanya.

Menurut dia, visi kegiatan ini adalah tersosialisasikan dan terwujudnya seni budaya di Kampung Samirono yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kepedulian, gotong royong, kekompakan dan kemandirian.

“Sedangkan misi kegiatan diantaranya mengembangkan dan mengapresiasikan seni budaya yang ada dilingkungan kampung Samirono agar dicintai masyarakat, menyediakan ruang gerak untuk mengapresiasikan seni dan budaya Jawa, dan mempertegas identitas Kampung Samirono dengan budaya Jawa dalam interaksi antar etnis yang multikultur,” katanya.

Ia mengatakan, “Kluwung Budaya Kampung dan Gelar Budaya Saparan 2009” diawali dengan bersih dusun pada hari Minggu 25 Januari lalu dengan kegiatan kerja bakti massal, pengecatan gapura, peremajaan nama jalan, serta lomba kebersihan lingkungan antarRT se padukuhan Samirono.

“Kegiatan utama dilaksanakan pada Minggu 1 Februari di Balai Budaya Samirono berupa Kirab Budaya dan Festival Tumpeng,” katanya.

Peserta kirab berasal dari RT se padukuhan Samirono, PKK, tokoh masyarakat, asrama mahasiswa, dan padukuhan lain diantaranya Sagan, Blimbingsari dan Karangmalang.

“Selain kegiatan utama tersebut juga diselenggarakan Festival Film Budaya pada tanggal 7 dan 14 Februari di Balai Budaya Samirono dengan menyajikan berbagai film dokumenter bertemakan kebudayaan, sejarah perjuangan dan film-film komedi sebagai hiburan bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Ia menambahkan, sebagai kegiatan penukung diselenggarakan pula bazar Kuliner pada 14 dan 21 Februari 2009, ‘Singiran Padang Bulan’ yang berupa seni tradisi religi dalam bentuk tembang atau macapatan dimalam hari pada 9 Februari serta Pagelaran Wayang Kulit pada 21 Februari di Balai Budaya Samirono.

Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Dwi Supriyatno, mengatakan acara Saparan dan Bersih Desa bertajuk “Kluwung Budaya Kampung dan Gelar Budaya Saparan 2009” di Padukuhan Samirono merupakan agenda budaya yang positif.

“Masyarakat Samirono yang notabene merupakan masyarakat di kompleks perkotaan dengan berbagai kompleksitas latar belakang budaya dan akulturasi budaya dengan budaya-budaya lain tetap peduli terhadap pelestarian budaya Jawa yang adiluhung,” katanya.

Ia mengatakan, diharapkan kegiatan tersebut terus dilanjutkan dan dipertahankan sehingga akulturasi budaya yang terjadi mampu menciptakan generasi yang tangguh dan meningkatkan jiwa persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kegiatan ini merupakan ajang strategis bagi upaya revitalisasi, pelestarian dan peningkatan apresiasi masyarakat terhadap budaya bangsa yang adiluhung, diharapkan event ini juga dapat menjadi atraksi wisata bagi masyarakat khususnya yang berasal dari luar daerah bahkan manca negara,” katanya. (antara)